Indonesia Resmi Swasembada Pangan
Presiden Prabowo Subianto resmi mengumukan tercapainya swasembada pangan nasional, menandai kembalinya kejayaan pangan Indonesia seperti dekade 1980-an, dengan capaian produksi beras tertinggi sepanjang sejarah dalam satu tahun pemerintahan.
Dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan nasional.
Hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting. Yang penting hari ini saudara memberi bukti yang nyata. Saudara telah mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan mengucap bismillah pada 7 Januari 2026, saya Presiden Prabowo Subianto mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan bagi rakyat Indonesia.
Jejak Sejarah Terulang, tahun 1984 Indonesia pernah mencapai kejayaan pangan, saat swasembada beras dengan cadangan 2 juta ton. Tahun 1985 Indonesia menerima penghargaan internasional dari Food and Agriculture Organization (FAO) dan bahkan menyerahkan bantuan beras kepada negara-negara Afrika. Kini, lebih dari 40 tahun kemudian kejayaan pangan itu Kembali terulang.
Strategi Kunci Swasembada Pangan, keberhasilan swasembada pangan ini didorong kebijakan terintegrasi dengan benih unggul dan modernisasi pertanian; pompanisasi, irigasi dan optimasi lahan; percepatan cetak sawah baru; Harga pupuk subsidi turun 20%; BULOG serap gabah petani Rp. 6500/kg.
Dampak langsung yang dirasakan petani
- Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 sebesar 125,35 (rekor tertinggi) dan rata-rata di tahun 2025 tertinggi dalam 33 tahun.
- Ekonomi nasional menguat dengan PBD sector pertanian tumbuh 10,52% (tertinggi 15 tahun) dan produksi padi nasional naik signifikan.